Alamul Huda Al M: Masalah Ilmu, Yang paling utama adalah Guru.
Sebagaimana disebutkan dalam syair yg dikutip kitab Ta’lim Muta’allim:
أُقَدِّمُ أُسْتَاذِي عَلَى نَفْسِ وَالِدِي ** وَإِنْ نَالَنِي مِنْ وَالِدِي الْفضْلَ وَالشَرَف
“Aku lebih mengutamakan guruku dari orang tuaku, meskipun aku mendapat dari orang tuaku keutamaan dan kemuliaan.”
فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَوْهَرُ ** وَهذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَف
“Ustadzku adalah pengasuh jiwaku dan jiwa adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pengasuh badanku dan badan bagaikan kerangnya.
Dikishkan, Al Alamah Syaikh Al Hulwani ketika sakit beliau dijenguk oleh semua santrinya. Kecuali Syaikh Abu Bakar Az Zaranzi. Ketika beliau sembuh dan bertemu dengan Syaikh Abu Bakar Az Zaranzi beliau bertanya, Mengapa engkau ketika Aku Sakit engkau tidak menjengukku? Karena pada saat itu aku repot melayani ibukku. Kemudian Syaikh Al Hulwani berkata, Kalau begitu engkau akan mendapat umur panjang akan tetapi tidak mendapat Buah dari Ilmu. Pada kenyataanya, memang benar Perkataan dari Syaikh Al Hulwani. Syaikh Abu Bakar Az Zaranzi pengajiannya sepi. Dan tidak mendaoat manisnya kemanfaatan Ilmu.