Hari ini 20 Oktober 2020, berbagai media ramai dengan perayaan Hari Santri. mulai dari media cetak, misalnya koran, majalah, buletin. dari berita utama, opini sisi lain, semua menguak tentang santri. Bahkan dimedia sosial, beranda, story, postingan semua nya berisi About Santri Days.
Menengok sejarah adanya Hari Santri tak lepas dari sosok kharismatik, ulama masyhur, Hadratusysyaikh Hasyim 'Asyari. Atas dasar pemikiran beliau, bahwa sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 Negara ini telah merdeka setuhnya. Berangkat dari situ, siapapun yang mengaku warga Negara Indonesia, wajib mempertahkan kemerdekaan. Merdeka Harga Mati.
Ketika taentara Belanda NICA yang datang bersama sekutu beberapa hari setelah proklamasi kemerdekaan, berbagai kalangan tidak suka dengan hal tersebut. Salah satunya yakni Kaum bersarung, para kyai, santri dari pesantren-pesantren yang berafiliasi dengan Nahdhatul Ulama KH. Hasyim Asyari. Kaum bersarung ini merasa akan ada peperangan lagi setelah kemerdekaan yang resmi disandang Negaranya. Maka ketika situasi yang panas pada Oktober 1945 di Surabaya, kaum santri berdiri tegak menagawal kemerdekaan Negaranya. Dengan adanya Fatwa Resolusi Jihad KH. Hasyim Asyari, santri NU diberbagai daerah berkumpul di Surabaya. mereka semua menyatakan Jihad mempertahankan kemerdekaan. Hingga pada akhirnya ketengangan peperanagn ini mencapai pada masa puncaknya di tanggal 10 November 1945 yang kita kenal dengan "Hari Pahlawan"
KH. Agus Sunyoto dalam dawuhnya berkata "Dari Fatwa Mbah Hasyim 22 Oktober 1945, pecahlah peperangan besar 10 November 1945 di Surabaya. Jadi jika tak ada Resolusi Jihad yang digaungkan santri, tak akan ada 10 November yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan".
Santri punya peran besar bagi Negeri ini. Jadi jangan pernah meremehkan kaum santri. jika tak ada Resolusi Jihad nya Kaum Santri, bisa jadi Indonesia sampai sekarang belum merdeka seutuhnya. maka dari itu Penghormatan Negara ini cukup memberikan kebanggan bagi kaum Santri atas penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri.
Akan tetapi, siapakah sebenarnya yang paling pantas merayakan Hari Santri itu?
Hadrastussyaikh Hasyim Asyari, sebagai tokoh dibalik Resolusi Jihad adalah pendiri Nahdhatul Ulama. sebagai Tokoh yang paling dihormati dikalangan Nahdliyin, Resolusi Jihad yang beliau cetuskan adalah pengaruh utama adanya pergerakan santri, antusiasime mayarakat, khususnya warga Nahdliyin untuk turut memberikan kontribusi Jihad melawan penjajah, dan mempertahankan kemerdekaan.
Jadi, santri-santri beliau lah yang paling pantas merayakayan Hari Santri.
Lalu, siapa yang bisa disebut Santri beliau?
Dalam riwayat, KH. Hasyim Asyari meninggalkan 3 warisan berharga dari hidupnya yakni, Nahdhatul Ulama, Pondok pesantren Tebuireng, dan Kitab-Kitab karangan beliau. Hal ini bisa menjadi pijakan awal mengetahui santri KH. Hasyim Asyari.
Pertama, Dalam Maqolah beliau yang masyhur, "Siapa saja yang ngramut NU, akan kuanggap sebagai santriku, siapa saja santriku, akan ku doaakan dia masuk surga" Kedua, Santri Tebuireng adalah hakikat dari santri-santri beliau. siapapun yang belajar, mondok, atau tinggal ditebuireng adalah santri baliau. Ketiga, Siapa saja yang belajar dan mengkaji kitab-kitab karangan beliau bisa disebut sebagai santrinya.
Akan tetapi, keumuman definisi santri, dan objek penetapan Hari Santri. bisa membawa pada persepsi masing-masing dalam dalam memahami subjektivitas perayaan Hari Santri,
Tebuireng, 22 Oktober 2020
Salam dari kami santri dan pelajar seluruh Indonesia.
