Menurut sejarah, dahulu dizaman samurai dijepang ada Tabib yang melakukan pemerasan massal terhadap masyarakat. Ia meracuni masyarakat dengan ramuan yang ia buat yang dihanyutkan berbarengan arus sungai. Setelah itu, masyarakat banyak yang sakit perut berhari hari. Akhirnya sang tabib menyampaikan woro woro kepada warga. Bahwa ia punya obat yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Lalu para warga berduyun duyun berangkat kerumah sang tabib untuk berobat. Dari tipu muslihatnya itu sang tabib menjadi kaya, karena banyaknya pasien dari kampung.
Kejadian seperti ini sepertinya kembali di awal tahun 2020. Wabah korona yang awal mula ditemukan dikota kecil china. Yang masyarakatnya banyak mengonsumsi binatang binatang liar, Wuhan. Berangkat dari wuhan, virus korona jenis Covid-19 menyebar ke berbagai daerah, bahkan negara negara didunia.
Banyak korban jiwa akibat terinfeksi virus mematikan tersebut. Hingga kegiatan apapun didunia yang bersifat kelompok ditiadakan.
Virus ini sangat cepat tersebar, bahkan dieropa khusunya Italia, korban jiwa sudah mencapai angka puluhan ribu. Indonesia pun setelah dipublikasikan dua orang warga terinfeksi, dalam seminggu kemudian sudah teridentifikasi lebih dari empat ratus orang.
Waw, cepat sekali. Tapi setelah banyak tersebar didunia. Ada kabar bahwa telah ditemukan vaksin korona yang katanya telah berhasil diuji coba di China bisa menghentikan tersebarnya virus korona. Sehingga akan diproduksi massal untuk disebar kenegara negara lain guna menghentikan wabah korona.
Wabah seperti ini sebenarnya bukan sekali atau dua kali dalam sejarah. WHO badan kesehatan dunia pernah meliris wabah seperti ini ditahun tahun tahun dan abad sebelumnya.
Hasil Analisis suudzon menyebutkan bahwa
1. Adanya wabah ini merupakan Agenda besar seabad sekali dari perserikatan negara negara maju, seperti Amerika, China, dan negara lain. Sebagaiman terjadinya wabah yang tepat seabad yabg lalu.
2. Bencana seperti ini bukan hanya berbentuk wabah virus, bisa juga bencana alam.
3. Tujuannya, mengendalikan populasi manusi dibumi, yang menurut ahli peritungan wong. Bumi akan timpang secara ekonomi dan sosial ,apabila berpenghuni lebih dari 500 Juta orang
4. Ada juga suudzon menyebutkan, adanya wabah merupakan ajang tipu muslihat perniagaan
Mungkin bila dianalisis,
Adanya virus dari china Tak lama kemudian, ditemukan vaksin penangkal juga dari China.
Apakah ada sandiwara dibalik Wabah ini? China atau siapa dibalik itu? Bisa jadi memang begitu, wabah ini disetting sedimikian rupa oleh China guna memeras ekonomi negara negara lain? Dengan cara penjualan vaksin yang ia temukan sebagai penangkal Virus korona. Akhirnya banyak negara negara yang membeli vaksin dari china. Hingga akhirnya berhasillah tipu muslihatnya memeras negara negara lain dengan wabah korona yang ia buat tersebut.
Konsep pemerasan ini tak jauh beda dengan yang dilakukan tabib jaman dahulu. Hanya saja dibalut dengan teknologi canggih sesuai perkembangan zaman ini.
Ah, sudahlah. Semoga bencana ini segera berakhir. Sehingga kita bisa Beraktifitas normal seperti biasanya.
Alamul Huda
23 Maret 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar