Rabu, 12 Juni 2019

Nabi Musa Membunuh Kaum Egypt

Ketika Musa tumbuh dewasa, ia dianughrahi Hikmah dan Ilmu kemudian diangkatlah ia menjadi nabi. Dalam Al Qoshsos ayat 14-17 menerangkan tentang latar belakang diangkatnya Musa menjadi Nabi. Mukzizat berbicara langsung dengan Allah, hingga keterlibatannya dengan Pembunuhan di Egypt Mesir, kota Memphis.
Musa Masuk ke kota Memphis ketika Semua sedang lengah. Diriwayatkan bahwa beliau masuk ketika waktu malam dan juga ada riwayat lain ketika Siang hari. Maka ketika sampai di kota tersebut, ia mendapati perselisihan antara 2 orang dari keturunan Bani Israil dan 2 yang lain dari golongan musuhnnya, yakni dari kaum Egypt. Ketika melihat itu, seorang dari Bani Israil meminta tolong kepada Nabi Musa. Musa berfikir bahwa inilah kesempatan untuk membantu. Lalu Musa meninju Kaum Egypt tadi. Menurut riwayat fawakazahu ialah meninjunya dengan kepalan ada riwayat lain menyebutkan yaitu dengan Tongkat yang dibawa Musa. Seketika itu Salah seorang dari Kaum Egypt meninggal dunia. Musa akhirnya menyesal,  Hadzaa min Amali Assyatithon, Ini adalah perbuatan syaitan. Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata yang menyesatka. Kemudian Musa berdoa, Ya Tuhanku, aku telah meendzolimi diriku sendiri, karena itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, Sesungguhnya dia maha pengampun lagi maha Paenyayang.
Setelah kejadian itu, Ia merasa takut dinegeri itu dan juga was was. Ia memantau perkembangan perkara yang telah dilakukannya itu. Maka disuatu jalan ia bertemu lagi dengan seorang yang sebelumnya meminta pertolongan. Ia yang dari golongan Bani Israil meminta pertolongan lagi kepada Musa. Tetapi, Musa menolaknya. Innaka Laghowiyyun Mubin. “Sesungguhnya engkau orang yanag sesat dan Nyata(Kesesatanya).  Kemudian Musa smpat akan memukul orang Egypt tadi. Kemudian orang dari Bani Israil bertanya, “Apakah kau ingin membunhnya lagi seperti kamu kemaren membunuh dari mereka?”. Padahal peristiwa pembunhan sebelumnya tadi tidak ada yang mengetahui. Tetapi, setelah itu banyak orang Egypt mendengar kabar itu dan melaporkan kepada  Firaun. Akhirnya, Firaun marah dan menyuruh pasukannya menangkap dan membunuh Musa.
Kemudian, datanglah kepada musa seorang dari ujung kota. Diriwayatkan, orang tersebut adalah disifati laki laki (pemberani), karena ia memakai jalan pintas untuk segera sampai ke Musa dari ada jalan yang diambil pasukan yang akan menangkap Musa. Hai Musa, Innal Malaa ya’tamiruuna bika. Sesungguhnya Para pemimpin kota ini bermusyawarah tentang dirimu. Liyaqtuluuka Fakhruj Innii Laka minan Nasihiin” Untuk membunuhmu Maka, keluarlah(dari kota ini). Sesungguhnya aku bagimu adalah orang orang yang memberi Nasihat. Lalu Keluarlah Musa dari Negeri itu menuju Kota Madyan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar