Jumat, 14 Juni 2019

Nabi Musa Mengabdi dan Menikah

Madyan.
Setelah Kejadian itu Musa keluar dari Egypt menuju Kota Madyan dengan rasa Takut dan was was. Dalam perjalananya,ia berdoa “Ya Tuhanku, Selamatkanlah aku dari orang orang Dzalim itu” Yaitu, Firaun dan para pembesar Egypt. Dalam Riwayat disebutkan, bahwa allah mengirim kepada musa Malaikat berkuda untuk menuntunya kejalan yang dituju. Tatkala ia sampai di Sumber air dikota Madyan, yang konon katanya kota yang memiliki sumber air atau sumur yang selalu didatangi penggembala ternak, ia menjumpai banyak peternak disana yang sedang memberi minum ternaknya. Ia setelah mereka memberi minum ternaknya, sumber air itu ditutup lagi dengan batu yang diangkat sepuluh orang. Tiba tiba setelah itu Musa melihat ada dua orang perempuan yang sedang mengekang atau menahan ternaknya untuk minum di sumber air tersebut. Didatangilah oleh Musa ”Mengapa kamu tidak meminumkan ternakmu seperti pengembala lain?” Tanya Musa. Lalu mereka berdua menjelaskan Bahwa ia tidak bisa memberi minum ternaknya sebelum para peternak lain pergi dan mereka juga menjalaskan alasan mereka berternak, bahwa Orang tua mereka sudah berusia lanjut.  Maka, Musa pun timbul rasa kasihan kepada mereka Akhirnya ia membantu memberi minum ternak mereka. Diriwayatkan bahwa ia membuka sumber air sendirian, padahal batu pada sumber air tersebut biasanya dapat terbuka dengan sepuluh orang. lalu ia memberi minum ternak mereka hanya dengan satut imba saja karena ternak mereka telah merasa kenyang. Riwayat ini Shohih. Setelah kejadian itu, Salah seorang dari perempuan itu timbul rasa Kagum atas kebaikan yang dilakukan Musa. Ia selalu memperhatika yang dilakukan Musa. Ketika kedua perempuan itu akan pulang, Musa mencari tempat berteduh dibawah pohon, Riwayat menyebutkan Nama Pohonya adalah Pohon Samur. Disitulah Riwayat menyebutkan bahwa Allah berbicara Langsung kepada Musa. Disitu ia berdoa “ Ya Tuhanku, sesungguhnya aku membutuhkan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. Diisaat Musa berdoa, doanya terdengar oleh wanita tadi.
Sesampai dirumah, Ayahnya terheran heran dua gadisnya  pulang dengan cepat dalam beternak tidak seperti biasanya. Lalu Ayahnya menanyakan Apa yang dialaminya. Kemudian mereka menjelaskan. Akhirnya, Ayahnya menyuruh kepada salah seorang putrinya untuk memanggil Musa dihadapanya. Kemudian datanglah salah seorang dari Anaknya tadi kepada Musa dengan Malu malu. Riwayat menyebutkan bahwa wanita itu datang denagan menutup Auratnya layaknya seorang perawan. Wanita tersebut menjelaskan bahwa Ayahnya menyuruh memanggil untuk diberi balasan atas kebaikan yang dilakukan Musa.
Maka, ketika Musa telah sampai bertemu Ayah perempuan tadi, Musa menjelaskan tentang dirinya dan Latar belakang Ia meninggalkan Negrinya. Lalu, Ayahnya  berkata, “Janganlah kamu takut, kamu telah selamat dari orang orang Dzalim itu” . Disini Ulam berveda pendapat dalam menyebutkan ayah dari perempuan tersebut. Tetapi, kebanyakan dari Ulama menyebutkan bahwa Ayah perempuan tadi adalah Nabi Syuaib karena Nabi Syuaib yang diutus oleh Allah untuk Kota Madyan. Wa Ilaa Madyana Akhoohum Syuaibaa.  Tetapi, Riwayat dalam Hadits yang menyebutkan ayahnya tersebut adalah Nabi Syuaib Sanadnya tidak Shohih. Pendapat lain menyebutkan Ayah perempuan tersebut adalah Orang Mukmin dari Kaum Nabi Syuaib. Ulama lain menyebutkan bahwa Nabi Syuaib hidup Jauh sebelum Nabi Musa. Menurut Kitab kitab Israil Namanya adalah Sairun. Dan juga, seandainya dia adalah Syuaib pasti akan disebutkan dengan jelas Namanya dalam kisah ini di Al Quran. Tetapi, nyatanya tidak.
Salah satu dari Perempuan tadi mengajukan usul kepada Ayahnya, “Ya Ayahku, jadikanlah dia seorang yang bekerja kepada kita. Karena sesungguhnya, orang baik yang bekerja kepada kita adalah oran yang kuat lagi dapat dipercaya”. Ayahnya bertanya kepada anaknya tadi, “Apakah yang mendorongmu untuk usul seperti itu?” . Jawabnya,”Sesunggunya ia mampu mengangkat batu besar yang biasanya diangkat oleh sepuluh orang”. Dan ia juga mengatakan kepadaku, “Berjalanlah kamu dibelakangku. Bila aku salah jalan beritahulah aku dengan batu kerikil agar aku tahu jalan m,ana yang harus kutempuh” . Bila dilihat dari perkataan putrinya, ayahnya melihat ketertarikan darinya kepada Musa.
Pada Akhirnya Musa di diberi perkerjaan oleh Ayahnya yakni Dipekerjakan untuk menggembala domba selama delapan tahun. Tetapi, jika Musa ingin menambah dua tahun lagi itu termasuk kebaikannya. Sebagai balasan untuk itu, Ayahnya tadi akan mengawinkan Musa kepada salah satu Putrinya. Dalam Riwayat, Nama kedua putrinya ialah, Sufuriyah dan Layya. Tetapi, Ayahnya tadi tidak ingin memberatkan Musa. Jadi ia diberi Hak penuh terhadap keputusannya. Setelah itu, Musa Menyepakati perjanjian itu. Dan Musa dinikahkan kepada salah satu Putrinya. Pad Akhirnya, Musa hidup bersama dengan istrinya, Ayahnya dan keluarga hingga waktu yang ditentukan. Banyak Hadits denga Kualitasnya masing masing berbeda dalam menyebutkan Lamanya Musa bekerja kepada Ayahnya tadi. Tetapi menurut penulis, pendapat yang unggul ialah yang Paling lama, yakni sepuluh tahun.

1 komentar: