Rabu, 12 Juni 2019

Sekilas Masa Kecil Nabi Musa

Sekilas Kisah Nabi Musa pada Surat Al Qosos ayat 1-13
Diriwayatkan, Bahwa dahulu kala Nabi Ibrahim terjadi permasalahan dengan Raja kerajaan mesir karena Raja tersebut menangkap siti sarah untuk dijadikan sebagai gundiknya. Kemudian, Nabi Ibrahim membuat pernyataan bahwa akan lahir dari keturunan kami yang akan menjadi penyebab runtuhnya kerajaan Mesir.  Sejak itu Bani Israil bergembira mengetahui Peernyataan Kakek mereka.
Pada zaman Kepemimpinan Raja Firaun, Firaun membuat peraturan bahwa setiap anak laki laki yang lahir harus dibunuh dan membiarkan hidup anak perempuan yang lahir untuk antisipasi kebenaran dari pernyataan Nabi Ibrahim sebelumnya. Dalam riwayat disebutkan para pembesar kerajaan protes terhadap kebijakan Fir’aun “Jika seterusnya seperti ini, Bani Israil akan habis” Lalu, Firaun mengubah kebijakan. Setahun anak laki laki bani israil dibunuh setahun lagi tidak. Dan pada tahun harus dibunuhnya anak laki laki Bani israil lahirlah Nabi Musa As. Dan ketika tidak, lahirlah Nabi Harun As.
Disebuah tempat Ibu Musa takut dengan kebijakan Firaun. Jadi, beliau sejak mengandung hingga melahirkan tidak ada yang tahu, karena beliau selalu didalam rumah. Takutnya ibu Musa berlipat setelah mengetahui  bahwa anak yang dikandungnya yaitu Laki Laki.  Ketika Musa lahir, beliau memutuskan utk mengahanyutkanya ke sungai. Diriwayat lain disebutkan, kakaknya yang menghanyutkannya. Dilain itu, para Dayang dari kerajaan Mesir melihat sebuah kotak terapung di sungai. Lalu diambillah dan dibawa kekerajaan dan diberikan kepada Asiyah istri dari Firaun. Setelah melihat Bayi Musa itu dia sangat menyukai Musa kecil. Firaun mengetahui dan menyuruh utk membunuhnya. Tetapi istrinya melarangnya, karena dia sangat Lucu, dan mampu menjadi penyejuk hatinya. Akhirnya Istrinya memohon utk bisa merawatnya. Kalaulah tak karena Istrinya Asiyah tersayang dia tak mau mengasuh Bayi Musa. Tak lama, Firaun juga menyukai musa kecil. Tetapi, musa kecil tidak mau menyusu dengan siapapun termasuk istri Firaun. Lalu Firaun membuat sayembara.”Barang siapa yang bisa menyusui anak angkatku akan diberi imbalan luar biasa” Terpilihlah, Ibu Kandung Nabi Musa. Musa kecil tidak mau menyusu selain pada ibu Kandungnya sendiri. Tetapi Ibu Musa menutupp identitasnya karena takut akan ancaman Firaun. Jadi, sejak kecil Musa disusui oleh ibu kandungnya sendiri.
Diriwayat lain disebutkan, Ketika Firaun bermain main dengan musa kecil, Mahkota yang dipakainya dijatuhkan. Lalu Firaun marah besar, dan berkeyakinan bahwa dialah yang akan menjadi penyebab jatuhnya kerajaan mesir. Tetapi Istrinya membela, menjelaskan bahwa dia masih kecil dan belum tahu apa apa. Kemudian Firaun mengetes dengan memberikan Roti dan bara api. Manakah yang dia ambil. Bila roti berarti dia sudah mengerti dan bila bara api yang diambil berarti dia memang masih kecil dan belum mengerti. Pada akhirnya Musa kecil mengambil dan sempat memasukan bara api kedalam mulutnya. Riwayat ini menjadi jawaban riwayat lain yang menjelaskan bahwa Nabi Musa tidak bisa Fasih atau basa kasare Pelat. Karena kejadian masa kecilnya itu.. Ibunya yang sebelumnya merasa sepoi kosong dan menyesal telah membuang ke sungai bergembira dengan kembalinya Musa dipangkuanya. Inilah janji yang benar bahwa Allah akan mengembalikan musa kepada ibunya dan akan menjadikan Musa menjadi Rosul kelak. Akhirnya ia tumbuh bersama Ibu kandungnya hingga ia dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar